» » Bioteknologi dengan Rekayasa Genetika dan Transplantasi Inti (nukleus)

Bioteknologi dengan Rekayasa Genetika dan Transplantasi Inti (nukleus)

Written By Hafizul Hamdi | Sabtu, 20 April 2013

Bioteknologi dengan Rekayasa Genetika dan Transplantasi Inti (nukleus) - Keberhasilan Watson dan Crick menemukan model DNA, dan pemecahan masalah sandi genetik oleh Nirenberg dan Mather membuka jalan bagi penelitian-penelitian selanjutnya di bidang rekayasa genetika. Sandi-sandi genetik pada gen (DNA) ini digunakan untuk penentuan urutan asam-asam amino pembentuk protein (enzim). 

http://sibarasok.blogspot.com/2013/04/bioteknologi-dengan-rekayasa-genetika.htmlPengetahuan ini memungkinkan manipulasi sifat makhluk hidup atau manipulasi genetik untuk menghasilkan makhluk hidup dengan sifat yang diinginkan. Manipulasi atau perakitan materi genetik dengan menggabungkan dua DNA dari sumber yang berbeda akan menghasilkan DNA rekombinan. Penggunaan DNA dalam rekayasa genetika untuk menggabungkan sifat makhluk hidup, karena DNA mengatur sifat-sifat makhluk hidup yang dapat diturunkan dan struktur DNA dari makhluk hidup apapun adalah sama.

Ada beberapa cara untuk mendapatkan DNA rekombinan melalui rekayasa genetika, di antaranya adalah teknologi plasmid, fusi sel (teknologi hibridoma), dan transplantansi inti.

Transplantasi inti (nukleus) ialah pemindahan inti dari sel satu ke sel yang lain. Sehingga diperoleh individu baru yang mempunyai sifat sesuai dengan inti yang diterima. Transplantasi nukleus contohnya pada sel domba. Nukleus dari sel-sel ambing domba yang diploid dimasukkan ke dalam ovum tanpa inti sehingga terbentuk ovum berinti diploid dari ambing domba. Kemudian ovum melakukan pembelahan mitosis berulangkali menghasilkan morula, kemudian blastula.

Lalu blastula diklonkan menjadi banyak sel dan inti dari setiap sel diambil untuk dimasukkan ke dalam ovum tak berinti yang berbeda sehingga terbentuk ovum diploid dalam jumlah banyak. Masing-masing ovum dikultur secara in vitro dan akhirnya setiap ovum menjadi individu baru yang memiliki sifat dan jenis kelamin yang sama.

E. coli dipilih sebagai sel target karena E. coli mudah diperoleh dan dipelihara, tidak mengandung gen yang membahayakan dan dapat membelah diri setiap 20 menit sekali.

Demikianlah Materi Bioteknologi dengan Rekayasa Genetika dan Transplantasi Inti (nukleus), semoga bermanfaat.
Silahkan Berbagi :

Materi Pelajaran SMA = Pusat Materi Pelajaran SMA dan Pengetahuan Umum

thumbnail Title : Bioteknologi dengan Rekayasa Genetika dan Transplantasi Inti (nukleus)
Description : Bioteknologi dengan Rekayasa Genetika dan Transplantasi Inti (nukleus) - Keberhasilan Watson dan Cr...

Jika Ingin Memposting Ulang Artikel Ini, Harap Sertakan Link Dibawah Sebagai Sumber, Atau Akan Diproses Secara Google DMCA Takedown, Terima Kasih.


 
Support : URL Submit | hypersmash | Pingates
Copyright © 2011 - Materi Pelajaran SMA - All Rights Reserved
Developed by Kiat dan Cara
Powered by Blogger
Best View : 1366 x 768 pixel